Rabu, 20 Maret 2013

Kitab-kitab suci agama.




 Kitab cuci agama brahma terbagi dalam dua golongan yaitu :
A.                Sruti, yakni setiap kitab yang berisikan ajaran yang langsung diwahyukan brahma ( Zat tunggal maha pencifta ) kepada rishi ( orang suci ) kitab suci veda.
B.                 Amriti yakni setiap tradisi baik berupa ucapan, perbuatan, dan tulisan dari ajaran orang rishi ( orang suci ) atau ajaran orang acharya ( guru ) ataupun ajaran avatar  ( inkarnasi- ilahi ) seumpama krisma dan lainnya.
Komentar- komentar kitab itu satu persatu di sebut brahma-sutras,dan brahma- sastras.

Kitab suci agama veda

Veda itu bermakna : pengetahuan dan nama bagi kitab suci didalam agama brahma, terdiri atas empat samhita ( himpunan ), yaitu:
1.                  Rig-Veda, berisikan 1028 buah nyanyian keagamaan ( hymns ) dan terdiri atas 10.6000 bait, terpandang samhita paling tertua diantara himpunan lainnya.
2.                  Sama-Veda, berisikan kumpulan nada bunyi-bunyian bagi mengiringi nyanyian keagamaan didalam Rig-Veda.
3.                  Yajur-Veda, berisikan kumpulan nyanyian keagamaan beserta peraturan- peraturan upacara kebaktian.
4.                  Atharva-Veda, terpandang samhita paling belakangan sekali, himpunan mantra- mantra, guna- guna, nyanyian-nyanyian perkawinan, disertai pembahasan filosofis dan theologis

Keyakian tentang brahma

Keyakinan dalam agama hindu sudah jauh berbeda dari keyakinan yang hidup didalam agam brahma. Sekalipun agama hindu itu masih tetap memperpegangi kitab Veda, dan penapsiran dari pokok- pokok kitab Veda.
Menurut ajaran kitab Veda bahwa alam semesta itu beserta segenap mahkluk- mahkluk jasmani, adalah diciftakan oleh wujud tunggal yang di panggil sebagai : brahma
Zatnya dipanggil di panggil dengan sebutan brahma, kasta tertinggi didalam masyarakat yang berkewajiban memikul dan menyebarkan ajaran. brahma di panggil dengan sebutan brahmana.
Di dalam kitab suci peda dinyatakan bahwa brahma itu, yang merupakan wujud tunggl pencipta, memiliki sipat- sipat kesempurnaan. Tidak dapat diraba, didengar dan dilihat. Dikenal dengan pertanyaan dalam alam semesta. Brahma itulah yang mesti di sembah dan dipuja.

Tentang mahkluk rohani

Mahkluk- mahkluk rohani yang diciftakan brahma itu terbagi dalam dua golongan :
1.                  Devas, bermakna ‘’ yang cemerlang ‘’ sekalian mahkluk yang dipanggil ( devas ) itu dinyatakan taat mengab di kepada brahma. Tidak ada sepatah katapun dalam kitab veda memberikan kepada mereka kedudukan sebagai ilah- ilah ( gods ) yang mesti disembah ataupun dipuja. hanya diberikan jabatan martabat dan jabatan tertentu, seumpama dewa indra untuk menjaga swarga-loka dan dewa yama untuk mencabut nyawa mahkluk, dan dewa wishnu untuk utusan brahma kepada para rishi.
2.                  Asuras, bermakna ‘’gelap’’ jikalau devas itu diciftakan dari api ( nar). Tetapi martabatnya jatuh karna menyangkal brahma dan menyalah artikan ajaran brahma. Kepala dari golongan mahkluk- rohani yang dipanggilkan asuras itu disebut : Virochana.

Penafsiran terhadap kitab Veda dan perkembangan penafsiran itu bertambah lama bertambah menyimpang dari pokok isinya. Sejalan itu lantas Agama brahma itu dinyatakan agama hindu yakni agama bagi seluruh india.
Menurut penafsiran didalam agama itu bahwa brahman  adalah wujud ajali  dalam keadaan diam, pada saat kudratnya bergerak diciftakan alam semesta, maka brahman itu menjelma menjadi brahma.
Kodratnya yang memelihara dan dan memperkembangakan alam semesta itu menyebabkannya menjelma dalam bentuk wishnu, kudratnya yang mengembalikan setiap sesuatunya didalam alam semesta itu kepada asalnya yang semula, melalui pembinasaan dan pemusnahan, menyebabkannya menjelma dalam wujud Shiva. Itulah tiga oknum dari barhman, yaitu : brahman dan wishnu dan shiva. Faham itulah yang disebut trimurti.
Manimpestasi kudrat yag lambat laun didalam penghayatan ajaran itu berkembang menjadi personifikasi, yaitu menjadi tiga oknum yang berdiri sendiri dengan wewenang tersendiri.
Dalam paham trimurti itu diperoleh perkembangan dengan melahirkan pasangannya, yaitu Trishakti, yang merupakan permaisuri ( shakti ) dari satu persatunya,yaitu :
1.    Sharasvati, permaisuri dari brahma, dewi kebijaksanaan dan pengetahuan .
2.    Lakshmi, permaisuri dari wisnu, yang melambangkan dewi kecantikan dan bahagia.
3.    Parpati, permaisuri shiva, melambangkan dewi keberanian dan kegarangan.
Satu persatunya itu, baik trimurti maupun trishakti, telah dijadikan wujud pujaan. Terhadap satu persatunya dan di buat patungnya untuk dijadikan pujaan.
Perkembangan ajarantentang  avatar, yaitu penjelmaan satu persatu dewi itu dalam bentuk manusia. Dewa wisnu dalam berbagai kisah dilukiskan dalam berbagai inkarnasi :
1.                  Varahavatara, menjelma sebagai seekor babi jantan yang menyilamatkan bumi dari terkaman maut.
2.                  Rama, sebagai pahlawan yang memusnahkan pangguan dan kejahatan para raksasa terhadap manusia.
3.                  Parashuram, sebagai seorang suci “( brahmin ) yang memberikan bimbingan dan tuntunan.
4.                  Krisna, sebagai kusir kereta perang  arjuna, yang memberikan pengetahuan sangat tinggi tentang kehidupan dan kematian.
Dewa shiva dalam berbagai kisah dilukiskan pula dalam berbagai iankarnasi : Ghandara, mahadeva, ishwara, nilakanta, nataraja dan dari dewa shiva dengan dewi parvati berkembang pauja ajaran turunannya yaitu :
(1) ganapati, yang menguasai bidang pertanian (2) shabramanya atau skanda yang mengusai seluruh ular cobra.
juga dewi dalam berbagai kisah di jelaskan termasuklah dewi kali,dewi durga, mahadewi.
Manusia dan kebaikan
Hidup setiap manusia didunia menurut ajaran agama brahma/ hindu dikuasai oleh tiga kemestian :
(1) karma, yakni memikul atas semua yang di lakukan dan menaggung akibatnya.(2) samsara, yakni hidup terulang kembali didunia di sebabkan kehidupan sebelumnya belum murni.( 3) Moksha, yakni satu- satunya jalan untuk terbebas dari karma dan samsara dan memurnikan kehidupan duniawi dengan mengenali dia dan menyatukan diri.
Moksha dan yoga
Seseorang Cuma akan dapat dilepaskan lingkaran karma dan samsara apabila di sanggup membuat dirinya benar-benar suci dan dapat disebut moksa.
Togachara terbagi atas dua tingkatan. Tingkatan pertama bersifat amal- amal lahiriah. Dan tingkatan kedua bersifat amal- amal bathiniah. Yaitu :
(1) yama yog, menahan diri untuk membunuh, berdusta, curang, khianat, iri, dengki, ria, tamak, dan segala jenis  perbuatang yang dipandang dosa.(2) niyama-yoga, melatih dan membinasalkan diri melakukan segala perbuatan yang bersifat kebaikan dan kebajikan.(3) asana-yoga, memilih dan menentukan sikap tubuh tertentu bagi meditasi.(4) pranayama-yoga, menahan nafas dalam sikap tertentu pada saat meditasi itu(5) pracahara-yoga, meniadakan pengaruh indra atas benda apapun yang berada.
Raja-yoga :
(1) dharana, pemusatan fikiran atas suatu titik sasaran, yaitu brahman, tanpa tertegar oleh apapun. ( 2) ahyana-yoga, renungan rohani yang terus menerus terhadap titik konsentrasi, yaitu brahman tanpa ada ingatan lainya. (3) samadhi, mencapai titik ektasi hingga pada hingga pada saat itulah bersatu atman dengan brahman. Degan rumusan ‘’aku adalah dia dan dia adalah aku’’.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar